SEJARAH DESA NGASINAN KELURAHAN SUCEN, GEMAWANG
TRMANGGUNG
Desa ngasinan dan panorama yang indah
Awal terbentuknya desa ngasinan yang asri ini adalah ketika pada zaman dulu ada seorang tokoh penyebar agama islam yang perge ke desa ngasinan untuk menyebarkan agama, katanya namanya kyai putih dia istirahat sebentar di desa ngasinan. sebelum ia melanjutkan perjalanya ia ingin melakukan shalat dahulu di sebuah tempat yang asri setelah shalat ia melanjutkan berenung di desa itu yang istilahnya mencari ide dari tuhan yang kuasa. di atas batu besar yang jauh dari desa ia bertapa yang sampai sekarang ini di juluki pertapaan Sedekong, kenapa deberi nama sedekung karena seorang kyai tadi sedekung diatas batu itu sambil minta petunjuk pada allah. sehinnga banyak orang yang menyebutkan itu adalah sedekong, sedekong sampai saat ini masih ada dan sebagai mata air buat desa ngasinan karena di situ ada sumber mata air yang besar, cuma kalau sekarang di musim kering airnya agak kecil. nantikan upload foto sedekong selanjutnya.
Jembatan kerempongjembatan kerempong
jembatan ini adalah jembatan salah satu yang di lewati untuk ke desa ngasinan ini. kalau kita dari sedekong kita akan melewati jembatan ini atau melewati kedung kekel tingal pilih saja. kalau kedung kekel ini dulu banyak jenis ikan yang namanya kekel, mungkin ada yang belum tau kekel seperti apa karena kalau di jumpai di pasar tidak ada yang jual ikan jenis kekel itu. kekel adalah jenis ikan kaya lele tapi tidak bisa besar , nanti ada fotonya nantikan ya hehehe.
pano rama esok pagi
ngasinan memang desa yang nyaman, desa yang jauh dari peradapan kota temanggung, ngasinan berada di perbatasan antara kendal dan temanggung. dulu ngasinan berkecamatan di kandangan tetapi setelah gemawang menjadi kecamatan sendiri ngasinan mulai ikut kecamatan gemawang.setelah jam 8 06.30 kita akan bisa menikmati matahari terbit di sini walaupun desa ini tidak di pegunungan tetapi kita bisa melihatnya. dulu di desa ini kyai putih ingin melakukan wudzu, setelah mencari air ternyata kedapatan air yang asin dan kyai itu gak bisa wudzu di desa ini terus kiyai itu memberi namanya ngasinan yang sampai sekarang ini di desa Ssebutnya. setelah dari desa ngasinan ini kyai tersebut memutuskan mencari air yang bersih untuk berwudzu setelah berjalan cukup jauh sekitar 0.5 km ia menemukan air yang ternyata suci airnya, ia memutuskan untuk berwundzu di situ yang sampai sekarang ini di beri nama kali suci yang ada di desa sucen.
dan kyai tersebut melanjutkan untuk sholat tapi binggung mencari tempat yang layah ahirnya dia jalan, setelah berjalan cukup jauh ia berhenti melakukan sholat di suatu tempat.setelah selesai sholat kyai itu meningalan tempat itu.ternyata ada barang yang ketinggalan di tempat itu yaitu bambu kecil buat tongkat yang ditanam di situ.ahirnya sampai sekarang ini bambu itu masih ada dan hidup dengan 2 batang saja tidak lebih dan anehnya lagi bambu itu tidak bisa besar seperti bambu biasanya, dari dulu besarnya tidak berubah.bambu itu berada di desa mandang yang di beri nama salatan, sampai sekarang tempat itu di percaya sebagai tempat yang mempunyai mesteri yang orang jawa bilang (angker).cerita ini belum selesai nantikan episode selanjutnya.
band houz