Minggu, 28 Oktober 2012

KENANGAN TETESAN KERINGAT


Sebagai orang yang dulu hidup di jalanan dan mandi di kamar mandi umum, dengan baju hanya dua pasang maka pencapaiannya sebagai seorang multi-jutawan saat ini merupakan perwujudan dari impian yang saya impikan.....
 Kalau kita ingat Kisah yang luar biasadalam diri kita, bahkan kenangan yang sangat menyedihkan itu bisa kita ingat dan menjadikan sebuah pelajaran hidup.kenangan bukan untuk kita buang melainkan kita ambil dari segala hikmah yang ada,maka dari itu mengingat kita semua untuk terus mengucap syukur kepada Tuhan, karena seringkali kita lupa Bahwa Tuhan slalu “Peduli” dengan kita, apapun keadaan kita hari ini…1 hal kita semua adalah sahabatnya jika kita mencintaiNya. God Bless You All.
 Dalam kompleksitas kehidupan, kita sering kali dihadapkan pada suatu masalah yang memaksanya untuk memilih, apakah menghadapinya dengan penuh ketenangan atau menyikapinya dengan amarah dan penuh emosi.



BY:BANDOZ Spd
Merana dalam kehidupan sehari-hari

teringat kisah cerita masa lalu 
Kami berkumpul selama beberapa menit, dan seseorang menyampaikan tentang pria yang terbaring di luar. Orang-orang mentertawakan dan berbisik-bisik membicarakan masalah ini tetapi tidak ada yang mau mengajak pria itu untuk masuk ke dalam, termasuk aku.
Beberapa lama kemudian kebaktian dimulai. Kami semua menunggu Pendeta yang akan maju ke depan dan menyampaikan Firman Tuhan, ketika pintu gereja terbuka.
Muncullah pria tunawisma itu berjalan di lorong gereja dengan kepala tertunduk.
Semua orang menarik nafas dan berbisik-bisik dan terkejut.
Pria itu terus berjalan dan akhirnya sampai di panggung, dia membuka topi dan mantelnya. Hatiku terguncang.
Disana berdiri pendeta kami, dialah “gelandangan” itu.
Tidak ada seorangpun yang berbicara.
Pendeta mengambil Alkitabnya dan meletakkannya di mimbar.
“Jemaat, saya kira tidak perlu bagi saya untuk mengatakan apa yang akan saya khotbahkan hari ini. Jika kamu terus menghakimi/ menilai orang, kamu tidak akan punya waktu untuk mengasihi mereka.”